Judi Sabung Ayam, Mitos atau Sejarah ?

 

Bicara ayam, Indonesia memiliki sejarah sangat panjang. Jika selama ini hanya Sungai Kuning di Cina dan lembah Indus di India yang dianggap sebagai pusat sejarah domestikasi ayam di dunia, nyatanya bicara lokasi ketiga adalah Indonesia. Panjangnya sejarah interaksi manusia dan ayam di bumi Indonesia barangkali ialah kunci jawaban mengapa mitos ayam jantan begitu lekat dalam kebudayaan.

Kegiatan perjudian sabung ayam ini sudah ada sejak beribu tahun yang lalu. Tepatnya sekitar 7000 tahun sebelum Masehi di Persia. Banyak sekali orang-orang pada zaman dahulu yang menyukai permainan ini, karena sangat menyenangkan dan juga sering dijadikan hobi sama mereka. Kemudian sekitar 600 tahun sebelum Masehi permainan ini mulai masuk ke India, Cina bahkan Yunani secara perlahan.

Bukan Cuma itu saja, kepopuleran permainan sabung ayam ini juga mulai memasuki berbagai belahan bumi lainnya, termasuk Indonesia, Thailand, Jepang, Myanmar, dan masih banyak lagi yang lain. Tiap negara pasti memiliki ayam petarung yang sangat luar biasa. Tapi kebanyakan ayam-ayam petarung ini lahir dari kawasan Asia, contohnya seperti Ayam Bangkok (Thailand), Ayam Saigon (Vietnam), Ayam Black Sumatera (Indonesia), dan masih banyak lagi.

Kembali ke sejarah perjudian sabung ayam. Di Indonesia ini perjudian sabung ayam mulai masuk sekitar tahun 1800-an. Perkembangannya sangat cepat setiap tahunnya. Perkembangannya di Indonesia dimulai dari wilayah Bali. Pada awalnya kegiatan sabung ayam ini hanya untuk adat istiadat, bukan dikenal sebagai perjudian. Kegiatan ini disebut dengan “Tajen” di daerah Bali.

Tajen adalah sebuah ritual yang membutuhkan pengorbanan untuk jadi tumbal yang berfungsi untuk mengusir arwah-arwah jahat. Nah, tumbal yang dipakai di kegiatan ini adalah seekor ayam. Untuk mendapatkan ayam yang mau dijadikan tumbal, mereka harus melakukan kegiatan sabung ayam terlebih dahulu.

Setelah dua ayam sudah dipilih, maka akan dilakukan pertarungan di area sabung ayam. Nantinya, ayam yang kalah dalam pertarungan terebutlah yang akan dikorbankan sebagai tumbal untuk mengusir arah jahat. Banyak juga daerah yang melakukan kegiatan ini sebagai adat istiadat seperti Sulawesi dan beberapa wilayah di pulau Jawa. Walaupun begitu, semakin kesini sudah banyak orang yang menyukai kegiatan sabung ayam ini dan mulai menjadikannya sebagai ajang perjudian.

Pada ajang perjudian ini, nominal taruhan tidak ditetapkan karena semua berdasarkan pada kemampuan ayam yang mau dilaga. Misalnya Anda sudah memiliki ayam petarung yang siap diturunkan di arena sabung ayam dengan nilai taruhan 2 juta. Maka Anda tinggal tunggu saja adakah lawan yang bersedia atau bahkan menaikkan nominal taruhannya. Jika kedua kubu sudah setuju, barulah pertandingan itu bisa dimulai.

Nah.. Bagi yang tidak memiliki ayam petarung. Tidak usah khawatir, kalian tetap bisa ikut untuk bertaruh. Kalian sesama penonton bisa bertaruh pada ayam yang sedang berlaga dengan nominal taruhan 100 ribu. Caranya cukup mudah, pilih saja ayam mana yang akan keluar sebagai pemenang.

Kegiatan sabung ayam ini dulunya masih dianggap legal oleh pemerintah. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena pemerintah mulai membuat undang-undang mengenai pelarangan praktik perjudian dalam bentuk apa pun. Dan para pelaku kegiatan sabung ayam ini pun banyak yang mengecam undang-undang tersebut. Karena mereka menganggap pemerintah mematikan sumber penghasilan mereka.

Akan tetapi pemerintah sama sekali tidak menghiraukan hal tersebut. Bagi siapa pun yang ketahuan tetap melakukan kegiatan judi sabung ayam ini akan dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda 25 juta..

Namun untuk sekarang ini, kalian tidak perlu khawatir lagi kalau mau bermain sabung ayam. Karena sudah banyak sekali situs judi online yang menyediakan permainan sabung ayam ini secara online. Jadi kalian tidak perlu lagi datang secara langsung ke arena pertarungan yang kerap kena razia. Dengan begitu, kalian bisa bermain di mana saja dan kapan saja secara online, jadi tidak perlu takut lagi kena razia oleh polisi.

Leave a Reply